Wednesday, October 26, 2011

"Pemuda dan Sosialisasinya"


BAB I
PENDAHULUAN

1.    Latar Belakang
Sebagian besar pemuda mengalami pendidikan yang lebih daripada orang tuanya. Orang tua sebagai tempat bimbel istilahnya yang memberikan bimbingan, pengarahan, karena merupakan norma-norma masyarakat, sehingga dapat dipergunakan dalam hidupnya. Banyak sekali masalah yang tidak terpecahkan karena kejadian yang menimpa mereka belum pernah dialami dan diuangkapkannya. Masalah pemuda merupakan masalah yang abadi dan selalu dialami oleh setiap generasi dalam hubungannya dengan generasi yang lebih tua. Masalah-masalah pemuda ini disebakan karena sebagai akibat dari proses pendewasaan seseorang, penyusuan diri dengan situasi yang baru dan timbulah harapan setiap pemuda karena akan mempunyai masa depan yang baik daripada orang tuanya. Proses itu berlangsung secara lambat (evolusi).
Semua warga negara mengalami proses sosialisasi tanpa kecuali dan kemampuan untuk hidup ditengah-tengah orang lain atau mengikuti norma yang berlaku dimasyarakat. Ini tidak datang begitu saja ketika seseorang dilahirkan, melainkan melalui proses sosialisasi. 

2.  Tujuan
Tujuan dalam penulisan ini adalah selain untuk memenuhi tugas mata kuliah ilmu sosial dasar juga untuk memberikan  penambahan pengetahuan tentang pemuda dan sosialisasinya.

3.  Study kasus
Dalam kasus pemuda dan sosialisasinya pada masyarakat jika diperincikan sangatlah banyak. Salah satu contohnya adalah kasus pada kenakalan remaja. Terjadinya tawuran antar pelajar, serta adanya sifat individualisme. Dalam hal ini pemuda melakukan tersebut dengan rasa kebanggaan tersendiri dengan sadar akan resiko yang akan mereka terima dan dapatkan. Dan berdasarkan tahapan, pemuda ini masih mencari yang namanya jati diri. Jadi semua hal yang mereka lakukan itu adlah semata-mata mencari kepuasan diri dan jati diri mereka.




BAB II
PEMBAHASAN

Pemuda dan Sosialisasi
A.  Pemuda

Pemuda atau generasi muda dalam masyarakat merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsanya, hal ini karena pemuda merupakan harapan bangsa dimana siapa yang menguasai pemuda akan menguasai masa depan. Adapun pengertian pemuda dalam Undang-Undang No.40 tahunn 2009 adalah warganegara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun, dan Kepemudaan adalah sebangai hal yang berkaitan dengan potensi, tanggung jawab, hak, karakter, kapasitas, aktualisasi diri, dan cita-cita pemuda.
Ada beberapa kedudukan pemuda dalam pertanggungjawabannya atas tatanan masyarakat, antara lain:
1)  Kemurnian idealisme
2)  Keberanian dan Keterbukaanya dalam menyerap nilai-nilai dan gagasan-gagasan yang baru
3)  Semangat pengabdiannya
4)   Sepontanitas dan dinamikanya
5)   Inovasi dan kreativitasnya
6)   Keinginan untuk segera mewujudkan gagasan-gagasan baru
7)  Keteguhan janjinya dan keinginan untuk menampilkan sikap dan keperibadiannya yang mandiri
8)   Masih langkanya pengalaman-pengalaman yang dapat merelevansikan pendapat, sikap dan tindakanya dengan kenyataan yang ada.

Pemuda dan Identitas
umumnya kita semua mengetahui bahwa para pemuda itu identik dengan masalah yang di hadapi, namun masalah tersebut merupakan memang sudah identitas bagi pemuda tersebut. Pesoalan itu seperti kenakalan remaja, ketidakpatuhan kepada orang tua, frustasi, kecanduan narkotika, masa depan suram. Semuanya itu akibat adanya jurang dan celah antara keinginan dalam harapan dengan kenyataan yang mereka hadapi. Kaum muda dalam setiap masyarakat dianggap sedang mengalami apa yang dinamakan ”moratorium”. Moratorium adalah masa persiapan yang diadakan masyarakat untuk memungkinkan pemuda-pemuda dalam waktu tertentu mengalami perubahan. Menurut pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda bahwa generasi muda dapat dilihat dari berbagai aspek sosial, yakni:
a)    Sosial Psikologi
b)     Sosial Budaya
c)     Sosial Ekonomi
d)    Sosial Politik

B.   Sosialisasi Pemuda
Sosialisasi adalah proses yang membantu individu melalui media pembelajaran dan penyesuaian diri, bagaimana bertindak dan berpikir agar ia dapat berperan dan berfungsi, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui dalam sosialisasi, antara lain: Proses Sosialisasi, Media Sosialisasi dan Tujuan Sosialisasi.
Proses sosialisasi generasi muda merupakan suatu proses yang sangat menentukan kemampuan diri pemuda untuk menselaraskan diri di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Oleh sebabnya pada tahapan pengembangan dan pembinaannya, melalui proses pematangan (pemantapan) dirinya dan beljar pada berbagai media sosialisasi yang ada sehingga mampu mengendalikan diri dalam hidupnya di tengah-tengah kehidupan masyarakat serta tetap memiliki motivasi social yang tinggi. Proses dapat berawal dalam keluarga.
Melalui proses sosialisasi inilah pemuda akan terinspirasi cara berfikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya, bagaimana ia harus bertingkah laku di tengah masyarakat dan lingkungan budayanya sendiri, selain itu proses sosialisasi ini pula yang akan membentuk terciptanya kepribadian dimana kepribadian ini yang merupakan suatu komponen penyebab warna dari wujud tingkah laku social manusia.

1.     Proses sosialisasi
Semua warga negara mengalami proses sosialisasi tanpa kecuali dan kemampuan untuk hidup ditengah-tengah orang lain atau mengikuti norma yang berlaku dimasyarakat. Ini tidak datang begitu saja ketika seseorang dilahirkan, melainkan melalui proses sosialisasi. 
2.  Media Sosialisasi
• Orang tua dan keluarga
• Sekolah
• Masyarakat
• Teman bermain
• Media Massa.
3.  Tujuan Pokok Sosialisasi
a)    Individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat.
b)    ndividu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengenbangkankan kemampuannya. 
c)     Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
d)     Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan pada masyarakat umum.
4.     Internalisasi
Internalisai merupakan  proses norma-norma yang mencakup norma-norma kemasyarakatan yang tidak berhenti sampai institusional saja, akan tetapi mungkin norma-norma tersebut sudah mendarah daging dalam jiwa anggota-anggota masyarakat.

5.    Tujuan Pokok Soisolisasi
a)    Individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat.
b)    Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuannya.
c)    Pengendalian fungsi-fungsi organic yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
d)    Bertingkah laku selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok yang ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan masyarakat umumnya.

6.   Peranan sosialisasi mahasiswa hal ini sebagai pemuda  dalam masyarakat
a. Agen of change
b. Agen of development
c. Agen of modernization
 


BAB III
PENUTUP

A.   KESIMPULAN
Pemuda atau generasi muda dalam masyarakat merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsanya, hal ini karena pemuda merupakan harapan bangsa dimana siapa yang menguasai pemuda akan menguasai masa depan. Sosialisasi adalah proses yang membantu individu melalui media pembelajaran dan penyesuaian diri, bagaimana bertindak dan berpikir agar ia dapat berperan dan berfungsi, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Semua warga negara mengalami proses sosialisasi tanpa kecuali dan kemampuan untuk hidup ditengah-tengah orang lain atau mengikuti norma yang berlaku dimasyarakat. Ini tidak datang begitu saja ketika seseorang dilahirkan, melainkan melalui proses sosialisasi. Proses sosialisasi generasi muda merupakan suatu proses yang sangat menentukan kemampuan diri pemuda untuk menselaraskan diri di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Oleh sebabnya pada tahapan pengembangan dan pembinaannya, melalui proses pematangan (pemantapan) dirinya dan beljar pada berbagai media sosialisasi yang ada sehingga mampu mengendalikan diri dalam hidupnya di tengah-tengah kehidupan masyarakat serta tetap memiliki motivasi social yang tinggi.


B.   SARAN
Adapun beberapa saran yang akan di ungkapan dalam pembahasan ini, yaitu:
1)    Sebagai Pemuda buanglah sifat idealisme dalam pencarian jati diri, karena masih banyak cara lain selain mengidealismekan diri sendiri. Seperti contohnya lebih bersosialisasikan diri terhadap masyarkat.
2)    Gunakanlah hak sebagai Pemuda dengan sebaik-baiknya karena itu merupakan modal untuk masa depan, contohnya raihlah pendidikan yang baik selama Pemuda. Jangan sia-siakan waktu muda hanya untuk berhura-hura akan tetapi manfaatkan pula waktu sebaik-baiknya.




REFERENSI


No comments:

Post a Comment